Kamis, 11 Agustus 2016

Contoh Cerpen dengan Fiksi


Pukulan Maut Kebenaran

Seseorang dengan badan yang besar sedang memukul Caswadi dengan kepalan tangan yang sangat kuat, terlihat Caswadi yang terkena pukulan pun merasa sakit dan ingin pingsan ketika Caswadi ingin terjatuh tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras yang memanggil nama Caswadi, dan ternyata Ibunya Caswadi membangunkan tidurnya dari mimpinya yang entah itu pertanda apa.
Minggu pagi yang damai dengan suara kicau burung milik tetangga sebelah, Caswadi bangkit dari tempat tidurnya dengan mata yang masih setengah sadar. Diambilnya segelas air putih untuk menghilangkan rasa kantuknya, setelah kesadarannya pulih Caswadi membuka laptopnya yang selalu menjadi temannya sepanjang hari.
Caswadi pun menekan tombol power untuk menyalakan laptop, setelah booting selesai Caswadi segera membuka Aplikasi Game online nya yang bernama Dragon Nest, saat memasukan ID ia merasa tidak sabar untuk segera melihat keadaan barang-barang yang telah ia jual di dalam game tersebut, dan ternyata semua dagangan Caswadi habis terjual. Melihat itu Caswadi senang bagai terbang di awing-awang, ia sudah menduga bahwa dagangannya akan terjual dengan harga 30.000 Gold bila diRupiahkan akan menjadi Rp.300.000 dan ia berniat untuk menjualnya.
            Caswadi langsung membroadcastkan bila ia memiliki 30.000 Gold untuk dijadikan Rupiah agar orang orang yang sedang bermain game Dragon Nest membaca dan segera untuk membelinya, namun hasil yang ia dapatkan tidak berunjung manis, bahkan ia rela menunggu lama sampai 2 Jam untuk mendapatkan pembeli. Terdengar suara pesan bahwa ada peminat untuk membeli 30.000 Gold milik Caswadi, nama pembelinya adalah Randu ia mengatakan bahwa ia ingin bertransaksi dengan Caswadi.
            Randu pun menanyakan tempat Tinggal Caswadi, ia menjanjikan akan mengajak temannya Richard untuk menemui dan bertransaksi dengannya. Caswadi menerima atas penawaran yang Randu berikan, Randu bernegosiasi bahwa harga yang Caswadi berikan sepertinya masih terlalu mahal dengan alasan ia perlu ongkos, negosiasi itu membuat harga yang Caswadi berikan turun menjadi Rp.285.000 dan Caswadi menerimanya karena memang dia membutuhkannya, Caswadi mengatakan bahwa ia akan mengirim Gold ketika Randu dan Ricard menemuinya dan melihat pengiriman Gold yang dimiiki Caswadi untuk Randu sebagai pembeli.
            Ketika Randu dan Ricard sudah hampir sampai dengan alamat yang telah diberikan Cawadi Randu merencanakan tindak kejahatan dan sudah meminta pada Richard untuk membantunya Randu pun menghubungi Caswadi dan meminta Caswadi untuk menemuinya Caswadi merasa senang ia pun membawa laptopnya dan menuju ketempat yang sudah ditentukan Randu sebagai pembeli, ketika Caswadi pergi untuk menemui Randu dan Richard, Caswadi merasa heran kenapa tempat yang Randu pilih adalah tempat yang begitu sepi.
            Saat Caswadi melirik sana-sini terlihat Randu dan Richard menghampiri dan berkenalan dengan Caswadi, sehabis melakukan perkenalan Caswadi membuka laptopnya untuk segera megirimkan Gold pesanan Randu, Randu dan Richard selain sebagai pembeli mereka juga sebagai saksi bahwa pengiriman yang dilakukan Caswadi sah dan tidak ada kecurangan, namun ketika Caswadi menutup laptop dan memasukannya ke tas, Caswadi meminta Uang sebesar Rp.285.000 sebagai halnya penjual, tetapi Randu dan Richard terdiam tiba-tiba Richard membekuk Caswadi dengan sigap dan Randu mengambil tas yang berisikan laptop, Caswadi melawan namun tidak bisa untuk terbebas dari Richard yang fisik nya memanglah besar, Randu menghajar Caswadi berkali kali dengan sangat keras yang membuat Caswadi terlepas dan tidak bisa lagi berontak untuk lepas dari Richard. Richard melepaskan Caswadi dan berjalan menjauh beserta Randu saat Caswadi terkulai lemas.
Saat Caswadi hampir pingsan, ia teringat akan mimpinya sebelum ia terbangun saat pagi hari, mengingat itu Caswadi mencoba untuk bangkit dan langsung berlari menuju Randu dan Richard sambil berteriak saat Randu melirikkan wajahnya kebelakang tiba-tiba kaki Caswadi berada di depan matanya dan menendangnya hingga terpental cukup jauh, Richard sebagai teman Randu pun melawan Caswadi yang terjatuh karena tendangan yang mengangkat kedua kakinya, Richard menendang perut Caswadi hingga berkali kali sampai Caswadi kasakitan dan meminta ampun padanya, saat Richard ingin membangunkan Randu yang terkapar, Caswadi bangun dan kembali berlari dengan kepalan tangan yang membara, Richard pun tak habis pikir dengan Caswadi yang begitu keras untuk mengambil kembali laptop yang telah ia dan Randu curi, saat Richard bersiap untuk memukul tangan perut Richard ditendang dengan keras hingga ia tertunduk memegang perut, Caswadi dengan penuh amarah Menghajarnya hingga terpental 10 meter.
Tiba tiba datang kerumunan orang menghampiri Richard yang terpental dari arah barat, karena penasaran dengan apa yang terjadi orang-orang pun menemui Caswadi yang sedang mengambil kembali laptopnya dari Randu yang terkapar, orang-orang itu menyangka bahwa Caswadi lah yang memukuli kedua orang ini, Caswadi menegaskan dan berkata kedua orang ini adalah seorang Kriminal, mereka telah menipu saya dan memukuli saya terlebih dahulu, mendengan penjelasan Caswadi kerumunan orang pun meringkus Randu dan Richard untuk dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan begitu pula dengan Caswadi.

Saat di kantor polisi Randu dan Richard tersadar polisi langsung meminta mereka menjelaskan apa yang telah terjadi, Randu dan Richard mengakui kesalahannya dan berminat untuk berdamai saja dengan Caswadi, Caswadi menerimanya dengan syarat uang sebesar Rp.300.000 itu diberikan pada Caswadi sebagai sahnya transaksi jual beli Gold yang dirupiahkan.
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Design By:
SkinCorner