Pukulan Maut Kebenaran
Seseorang dengan badan yang besar sedang memukul Caswadi dengan kepalan tangan yang sangat kuat, terlihat Caswadi yang terkena pukulan pun merasa sakit dan ingin pingsan ketika Caswadi ingin terjatuh tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras yang memanggil nama Caswadi, dan ternyata Ibunya Caswadi membangunkan tidurnya dari mimpinya yang entah itu pertanda apa.
Minggu pagi yang damai dengan
suara kicau burung milik tetangga sebelah, Caswadi bangkit dari tempat tidurnya
dengan mata
yang masih setengah sadar. Diambilnya segelas air putih untuk menghilangkan
rasa kantuknya, setelah kesadarannya pulih Caswadi membuka laptopnya yang
selalu menjadi temannya sepanjang hari.
Caswadi pun menekan tombol power
untuk menyalakan laptop, setelah booting
selesai Caswadi segera membuka Aplikasi Game
online nya yang bernama Dragon Nest,
saat memasukan ID ia merasa tidak
sabar untuk segera melihat keadaan barang-barang yang telah ia jual di dalam
game tersebut, dan ternyata semua dagangan Caswadi habis terjual. Melihat itu Caswadi
senang bagai terbang di awing-awang, ia sudah menduga bahwa dagangannya akan
terjual dengan harga 30.000 Gold bila
diRupiahkan akan menjadi Rp.300.000 dan ia berniat untuk menjualnya.
Caswadi langsung membroadcastkan bila ia memiliki 30.000 Gold untuk dijadikan Rupiah agar orang
orang yang sedang bermain game Dragon Nest membaca dan segera untuk
membelinya, namun hasil yang ia dapatkan tidak berunjung manis, bahkan ia rela
menunggu lama sampai 2 Jam untuk mendapatkan pembeli. Terdengar suara pesan
bahwa ada peminat untuk membeli 30.000 Gold
milik Caswadi, nama pembelinya adalah Randu ia mengatakan bahwa ia ingin bertransaksi
dengan Caswadi.
Randu pun menanyakan tempat Tinggal Caswadi,
ia menjanjikan akan mengajak temannya Richard untuk menemui dan bertransaksi
dengannya. Caswadi menerima atas penawaran yang Randu berikan, Randu
bernegosiasi bahwa harga yang Caswadi berikan sepertinya masih terlalu mahal
dengan alasan ia perlu ongkos, negosiasi itu membuat harga yang Caswadi berikan
turun menjadi Rp.285.000 dan Caswadi menerimanya karena memang dia
membutuhkannya, Caswadi mengatakan bahwa ia akan mengirim Gold ketika Randu dan Ricard menemuinya dan melihat pengiriman Gold yang dimiiki Caswadi untuk Randu
sebagai pembeli.
Ketika Randu dan Ricard sudah hampir
sampai dengan alamat yang telah diberikan Cawadi Randu merencanakan tindak
kejahatan dan sudah meminta pada Richard untuk membantunya Randu pun
menghubungi Caswadi dan meminta Caswadi untuk menemuinya Caswadi merasa senang ia
pun membawa laptopnya dan menuju ketempat yang sudah ditentukan Randu sebagai
pembeli, ketika Caswadi pergi untuk menemui Randu dan Richard, Caswadi merasa
heran kenapa tempat yang Randu pilih adalah tempat yang begitu sepi.
Saat Caswadi melirik sana-sini
terlihat Randu dan Richard menghampiri dan berkenalan dengan Caswadi, sehabis
melakukan perkenalan Caswadi membuka laptopnya untuk segera megirimkan Gold pesanan Randu, Randu dan Richard
selain sebagai pembeli mereka juga sebagai saksi bahwa pengiriman yang
dilakukan Caswadi sah dan tidak ada kecurangan, namun ketika Caswadi menutup
laptop dan memasukannya ke tas, Caswadi meminta Uang sebesar Rp.285.000 sebagai
halnya penjual, tetapi Randu dan Richard terdiam tiba-tiba Richard membekuk
Caswadi dengan sigap dan Randu mengambil tas yang berisikan laptop, Caswadi
melawan namun tidak bisa untuk terbebas dari Richard yang fisik nya memanglah
besar, Randu menghajar Caswadi berkali kali dengan sangat keras yang membuat
Caswadi terlepas dan tidak bisa lagi berontak untuk lepas dari Richard. Richard
melepaskan Caswadi dan berjalan menjauh beserta Randu saat Caswadi terkulai
lemas.
Saat Caswadi hampir pingsan, ia
teringat akan mimpinya sebelum ia terbangun saat pagi hari, mengingat itu
Caswadi mencoba untuk bangkit dan langsung berlari menuju Randu dan Richard
sambil berteriak saat Randu melirikkan wajahnya kebelakang tiba-tiba kaki
Caswadi berada di depan matanya dan menendangnya hingga terpental cukup jauh,
Richard sebagai teman Randu pun melawan Caswadi yang terjatuh karena tendangan
yang mengangkat kedua kakinya, Richard menendang perut Caswadi hingga berkali
kali sampai Caswadi kasakitan dan meminta ampun padanya, saat Richard ingin
membangunkan Randu yang terkapar, Caswadi bangun dan kembali berlari dengan
kepalan tangan yang membara, Richard pun tak habis pikir dengan Caswadi yang
begitu keras untuk mengambil kembali laptop yang telah ia dan Randu curi, saat
Richard bersiap untuk memukul tangan perut Richard ditendang dengan keras
hingga ia tertunduk memegang perut, Caswadi dengan penuh amarah Menghajarnya
hingga terpental 10 meter.
Tiba tiba datang kerumunan orang
menghampiri Richard yang terpental dari arah barat, karena penasaran dengan apa
yang terjadi orang-orang pun menemui Caswadi yang sedang mengambil kembali
laptopnya dari Randu yang terkapar, orang-orang itu menyangka bahwa Caswadi lah
yang memukuli kedua orang ini, Caswadi menegaskan dan berkata kedua orang ini
adalah seorang Kriminal, mereka telah menipu saya dan memukuli saya terlebih
dahulu, mendengan penjelasan Caswadi kerumunan orang pun meringkus Randu dan
Richard untuk dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan begitu pula
dengan Caswadi.
Saat di kantor polisi Randu dan
Richard tersadar polisi langsung meminta mereka menjelaskan apa yang telah
terjadi, Randu dan Richard mengakui kesalahannya dan berminat untuk berdamai
saja dengan Caswadi, Caswadi menerimanya dengan syarat uang sebesar Rp.300.000
itu diberikan pada Caswadi sebagai sahnya transaksi jual beli Gold yang dirupiahkan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar